Jangan Sembarang Membunyikan Klakson Anda pada Situasi Ini

autobild.go.id
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) klakson adalah alat (berupa trompet) yang dibunyikan dengan listrik pada mobil atau kendaraan bermotor lain, digunakan sebagai tanda peringatan akan keberadaan sebuah kendaraan. Tentu, karena fungsinya sebagai tanda peringatan, sebagai pengandara hal simple yang sering kita gunakan untuk mengamankan dan memuluskan rute perjalanan adalah dengan membunyikan klakson.
Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait klakson ini. Hal ini lebih pada upaya menjaga sopan santun di jalan dan menghormati siapa saja yang menggunakan jalan. Jadi, hindari membunyikan klakson, apalagi berulang-ulang dan dengan tempo panjang pada situasi atau tempat berikut:

Pertama, Saat Lampu Merah.
Siapapun kita, pasti tahu bahwa saat lampu merah setiap pengendara akan patuh, berhenti, dan memberikan kesempatan kepada para pejalan kaki untuk menyeberang. Nah, cukup berhenti dan jangan usil membunyikan klakson sebab jelas sangat mengganggu. Selanjutnya, jika lampu hijau telah menyala, tetap tunggu sampai kendaraan di depan Anda berjalan, tidak usah membunyikan klakson sebagai isyarat sebab semua orang sudah tahu hijau artinya jalan, tak mungkin ada pengendara yang ingin berlama-lama. Membunyikan klakson hanya mempertegas bahwa Anda udik dan tidak tahu sopan santun di jalan.

Kedua, Saat Macet.
Ini juga sering kita temui, bahkan kita kerap menjadi pelaku tanpa merasa berdosa. Saat macet, saat semua orang menanti jalan jadi lancar, membunyikan klakson hanya akan mengundang dunia persilatan alias memperkeruh suasana. Orang akan mudah tersulut amarah karena bunyi klakson yang bising. Hukum bahwa tidak ada orang yang ingin berlama-lama di jalan raya apalagi sampai menginap jika situasi jalan lancar tanpa hambatan. Cukup Anda diam dan mengamati situasi, jangan membunyikan klakson Anda.

Ketiga, Di Kompleks Perumahan.
Ini juga penting, apalagi di kompleks perumahan padat penduduk, membunyikan klakson, saat tiba di depan rumah perlu dipikirkan masak-masak sebab akan mengganggu tetangga. Apalagi jika tetangga kita kebetulan memiliki bayi yang sedang tertidur pulas.  Bisa pula ada yang sakit dan tertidru pulas, jelas bunyi klakson amat mengganggu. Jadi jika Anda ingin membunyikan klakson sebagai tanda bahwa Anda sudah tiba di depan rumah, cukup sewajarnya saja.

Keempat, Di Depan Rumah Ibadah
Ini adalah situasi atau tempat selanjutnya yang kita diharapkan tidak membunyikan klakson sebab tentu akan mengganggu orang lain yang sedang menjalankan ibadah.
So? Mari belajar sopan santun berkendara. Jangan bunyikan klaksonmu terlalu sering, semoga kita bisa menjadi pengendari yang lebih bijak dan saling menghormati di jalan.(*)

Share:

0 komentar