Latest Posts

Kamis, November 16, 2017

Salah Kaprah Sunah di Malam Jumat



Setiap malam Jumat, sering keluar celutukan “sunah” yang mengarah pada aktivitas seks suami istri. Apakah benar disunahkan berhubungan seks di malam Jumat? Yuk mari kita telusuri persoalan ini.
Pada dasarnya, aktivitas seksual antara suami istri tak memiliki waktu khusus. Setiap waktu, selagi kedua suka dan butuh, selagi istri dalam keadaan suci (tidak haid) maka dibolehkan, bahkan aktivitas seksual bernilai ibadah jika tuntunan yang berkenaan dengannya dipenuhi. Hadis yang menyatakan bahwa berhubungan seks di malam Jumat oleh sepasang suami istri pahalanya seperti membunuh 100 orang Yahudi, menurut keterangan yang dijelaskan oleh Ust. Khalid Basalamah, Lc adalah palsu. Sehingga, hadis tersebut tak dapat dijadikan landasan.
Fenomena ini semakin menjamur, bahkan sering dijadikan sebagai candaan. Yang lebih parah justru menjadi tren bagi mereka yang belum berstatus suami istri, memanfaatkan malam Jumat sebagai malam pelampiasan hawa nafsu. Alasannya, karena sunah. Menurut paparan Ust. Muhammad Qosim, Lc aktivitas semacam itu bahkan telah menjadi kode khusus untuk melakukan zina. Dengan berdalih “sunah rasul” banyak dari mereka yang tak memahami justru menggunakannya untuk praktik tercela.
Lalu, sebenarnya yang benar bagaimana? Hadis yang merujuk pada aktivitas seksual ada. Ust. Khalid menjelaskan lebih lanjut bahwa yang disunahkan justru pada pagi di hari jumat. Dianjurkan berhubungan badan antara suami-istri, menyatukan mandi dengan mandi Jumat, menggunakan  pakaian terbaik, memakai wewangian, mendatangi masjid di awal waktu, mendengarkan khutbah, maka dosanya akan diampuni di antara dua Jumat. Nah, yang masih sering salah kaprah, dan menjadikan kata “sunah” di malam Jumat sebagai candaan dan dibagi secara luas untuk lucu-lucuan, kudu istghfar.
Sudah dipahami bahwa, Jumat baik malam maupun harinya penuh dengan kemuliaan. Untuk memuliakannya, tentu harus tetap mengacu kepada ajaran Rasulullah yang mulia. Hari Jumat, disebut penghulu hari, hari raya setiap pekan, dengan beragam keutamaan. Beberapa hal yang berkaitan dengan sunah rasul pada Jumat sebagai berikut:
Pertama, membaca surah Al-Kahfi. Mereka yang mengamalkan sunnah ini akan mendapatkan keutamaan berupa “terang cahaya” di antar dua Jumat. Hal ini mengacu pada hadis yang disampaikan oleh Abu Said Al-Qudri.
Kedua, memperbanyak membaca salawat nabi. Nabi mengatakan bahwa hari yang paling utama adalah Jumat, maka  perbanyaklah salawat sebab ia akan sampai kepadaku. Ini mengacu pada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Nasai.
Ketiga, memperbanyak doa dan zikir. Hal ini telah dimaklumi sebab Jumat telah dimuliakan, da nada beberapa waktu khusus tempat doa dapat lekas dikabulkan. Saat di antara dua khutbah dan saat matahari tergelincir jelang magrib.
Keempat, bagi yang memimpin salat Subuh di hari Jumat membaca Surat As-Sajadah pada rakaat pertama dan Surat Al-Insan di rakaat kedua. Ini merujuk pada hadis yang dituturkan oleh Abu Hurairah diriwayatkan oleh muslim.
Nah, sesuai dengan paparan di atas, sudah pada ngeh kan tentang sunah Jumat. Jangan salah kaprah lagi!

Rabu, November 15, 2017

Bayi Anda Menangis tanpa Sebab? Jangan-jangan Diganggu Jin? Berikut Tips Mengatasinya

Anda memiliki bayi? Pernah bayi Anda menangis tanpa sebab, dengan tangis melengking menyayat hati? Anda berusaha mencari segala cara untuk mendiamkan tapi gagal. Mulai dari digendong, dinyanyiin lagu, ganti popok, dikipasin, diusapin minyak angin, disusuin, dan? Pokoknya semua cara telah dilakukan dan si bayi tetap aja menangis, malah tambah cetar membahana. Untuk kondisi semacam ini, sebagai orang tua, kita harus memastikan kondisi jiwa kita stabil. Maksudnya, jangan panik. Hadirkan ruang kesabaran yang lebih lebar dalam dada, pejamkan mata, dan tarik napas panjang. Selanjutny
a? Anda perlu tahu tentang ini. Bahwa bayi itu sangat rentan dengan gangguan makhluk halus: jin. Ada banyak hal yang tak terlihat yang bisa mencelakan bayi kita. Selain jin, sifat iri dan dengki dari orang lain dapat pula menjadi asbab bayi tiba-tiba berubah perilakunya. Untuk yang terakhir ini, orang tua saya sering menyarankan agar tak bermurah hati menyerahkan bayi mungil kita untuk digendong oleh orang-orang yang memintanya.
Sehubungan dengan hal tersebut, ada cara yang bias dilakukan untuk menenangkan bayi semacam itu. Salah satu yang disarankan, bagi mereka yang beragama Islam adalah dengan membacakan zikir dari ayat-ayat Al-Quran. Berikut beberapa contoh lafaz zikir berasal dari ayat Al-Quran yang bisa diamalkan untuk bayi:

Pertama, Membaca Taudz.
Lafalnya "Audzubillahis samiiil alimi minassyaithoonirrajiim. Atau Audzubillahi minassyaithoonirrajiim. Artinya, "Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk. Adapun keutamaannya adalah seperti yang diriwiyatkan oleh As Sunni dari Anas RA, dari Nabi SAW, disabdakan: "Barangsiapa mengucapkan di pagi hari Audzubillahi..., dia akan dilindungi dari godaan setan sampai sore.

Kedua, Membaca Surat Al-Fatihah.
Alfatihah adalah ibunya Al-Quran, disebut pula tujuh ayat berulang-ulang. Keutamaannya disampaikan Rasulullah SAW: "Demi zat yang jiwaku berada di genggamanNya, tidak diturunkan satu surat di Taurat, di Injil, di Zabur maupun di Al-Quran yang menandingi surat ini (Al-Fatihah). Ia adalah tujuh ayat berulang dan Al-Quran yang agung diberikan kepadaku. (HR TIrmidzi)

Ketiga, Surat Al-Baqarah Ayat 1-5
Keutamaannya, "Barang siapa membaca sepuluh ayat dari Surah Al-Baqarah di awal siang, maka setan tidak akan mendekatinya hingga sore, dan apabila dia baca ketika sore maka dia tidak akan didekati setan hingga pagi, dan dia tidak akan melihat sesuatu yang tidak menyenangkan pada keluarganya maupun hartanya. (Diriwayatkan dari Thabrani dalam Al-Kabir, begitu juga Hakin dan disahihkan). Selanjutnya dari Ibnu Ma'ud RA "Sesungguhnya Nabi SAW bersabda: Barang siapa membaca sepuluh ayat, empat ayat di awal Al_Baqarah, Ayat Kursi dan dua ayat setelahnya, dan penghujung surat Al-Baqarah, maka setan tidak akan masuk ke dalam rumahnya hingga Subuh!

Keempat, Ayat Kursi. Keutamaannya idem dengan yang ketiga

Keempat, Tiga Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah. Idem dengan yang ketiga

Kelima, Surat Al-Ikhlas Ayat 1-4, Al-Falaq Ayat 1-5, dan An-Nas Ayat 1-6
Dari Abdullah bin Khubaib RA berkata: "Kami keluar di malam yang hujan dan sangat gelap mencari Rasulullah agar salat bersama kami. Akhirnya kami menemui beliau. Beliau berkata: "Ucapkanlah! Aku tidak mengatakan apa-apa. Kemudian Beliau mengatakan Ucapkanlah! Aku bertanya: Apa yang haru aku ucapkan?" Beliau bersabda: Ucapkanlah Qulhuwallahu Ahad dan Mu'Awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) ketika kamu berada di waktu sore dan pagi sebanyak tiga kali; insyaAllah tiga surat itu mencukupi segala sesuatu buatmu. (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa'i)
Nah, silakan dicoba. Semoga bermanfaat dan keluarga kita senantiasa terlindung dari segala bahaya. Amin!(*)

Jumat, Februari 24, 2017

Perempuan Polahi (3)

www.femina.co.id
Bagian 3 (Tamat)
Kisah sebelumnya:
Naye, wanita muda suku Polahi yang hidup di hutan wilayah Gorontalo, jatuh cinta kepada Igo, seorang mahasiswa yang sedang melakukan penelitian tentang suku Polahi. Setelah kepergian Igo, Naye menolak dijodohkan dengan Sa’u yang kemudian menjadi kepala suku Polahi. Naye juga tidak menyukai gaya Sa’u memimpin sukunya. 

Perempuan Polahi (2)

www.femina.co.id
Bagian 2
Kisah sebelumnya:

Naye, wanita muda suku Polahi yang hidup di hutan wilayah Gorontalo jatuh cinta pada Igo, seorang mahasiswa yang sedang melakukan penelitian tentang suku Polahi. Dari Igo, Naye dan anak-anak Polahi belajar membaca. Namun, cinta itu jelas cinta terlarang, karena Naye dijodohkan dengan sesama suku Polahi.

Perempuan Polahi (1)

femina.co.id
Bagian 1

Lelaki itu datang dari negeri yang jauh!  Sebuah negeri yang berdiri di lereng perbukitan yang berhadapan langsung dengan Selat Makassar. Salah satu negeri yang masuk daftar kota tua di daratan Sulawesi selain Makassar, Gorontalo, dan Manado. Lelaki itu berasal dari kota pelabuhan di tanah bugis: Kota Parepare.

Kamis, November 10, 2016

Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat



Foto: daengraja

Beberapa hari ini, saya berada di ibu kota, menyampaikan aspirasi yang disuarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan ke Komisi IX DPR RI. Pada Senin, 24 Oktober 2016, Para dokter di seluruh Indonesia, di bawah payung IDI, turun ke jalan, mengenakan pakaian putih kebesaran, menyampaikan sorotan tajam terhadap Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran. 

Minggu, November 06, 2016

Wajah-Wajah di Bandar Udara



http://www.kompasiana.com/sultansulaiman
Wajah-wajah khas, yang sering dijumpai tersengat mentari di jalan-jalan desa, atau memanggul cangkul menuju ladang, kini nampak biasa di bandar udara. Wajah-wajah itu semakin sering wara-wiri, menenteng bawaan, bergegas menuju pintu keberangkatan, siap terbang. Betapa mobilitas kini sudah semakin berkarib dengan keseharian pribumi.

Popular Posts